Rabu, 29 April 2015

Child Abuse



Child abuse didefinisikan sebagai perbuatan disengaja yang menimbulkan kerugikan atau bahaya terhadap anak secara fisik dan mental. Faktor penyebab utamanya child abuse adalah Ancaman hukuman yang relatif ringan dan sistem penegakan hukum lemah, memerlukan pengorbanan biaya dan pengorbanan mental yang sangat tinggi cenderung membuat korban menghindariproses hukum. Proses hukum yang rumit dan berbelit-belit, penanganan yang keraptidak manusiawi, dan ancaman hukuman minimal 3 tahun maksimal 15 tahun membuatkasus-kasus kekerasan seksual tenggelam selama bertahun-tahun dan membiarkanpara korbannya tumbuh tanpa intervensi psikologis yang tepat. Sejak kasus RGtahun 1996, kasus kekerasan seksual kepada anak jalanan, praktis semua pihakbelum cukup melakukan tindakan yang berarti. Saat negara lain sudah beranimenerapkan ancaman hukuman mati, kebiri, sistem ‘black list’ serta berbagaikebijakan untuk menahan laju dan ledakan kekerasan seksual, Indonesiaseolah-olah jalan di tempat terutama karena ada budaya malu dan tidak beranimengakui fakta ini sebagai masalah besar. Sudah sangat mendesakadanya daftar pelaku dan korban kekerasan seksual yang tidak hanya mencatatnama, alamat, identitas lain dan wajah, namun menggunakan metode fingerprintyang disimpan oleh institusi Negara demi menjaga kerahasiaannya. Masyarakatyang ingin merekrut pegawai untuk bekerja di fasilitas anak dapat mengirimkandata fingerprintnya ke institusi Negara untuk memperoleh kepastian apakah yangbersangkutan memiliki riwayat kekerasan seksual atau tidak. Dalam hal ini, kamisangat yakin bahwa praktek ini sudah sangat dimungkinkan dengan perkembanganteknologi saat ini. Satu-satunya hambatan adalah masalah HAM yang seharusnyabisa diatasi dengan metode kerahasiaan data dan penyimpanan di institusiNegara. Hal ini dapat dilihat dari contoh kasus dibawah ini.

Saya adalah siswa SDN 118187 rantau prapat,ketika itu saya menduduki kelas 5 SD,saya pernah menjadi korban kekerasan di dunia pendidikan.

Guru sering disebut dalam bahasa jawa ditiru. Jadi, seorang guru itu perlu menjaga tingkah lakunya, karena seorang guru itu menjadi panutan bagi anak didiknya. Lain hal dengan seorang Guru  matematika SDN 118187 rantau prapat, Dia bukan termasuk kategori Guru yang patut  di tiru. Begitu herannya, bisa-bisanya seorang guru memukul dan menyodomi seorang siswa laki-laki , hal tersebut saya dapatkan ketika saya berada di bangku kelas 5 SD. Ia memukul dan menyodomi saya dengan alasan saya bandal, tidak mau diam, padahal teman-teman saya semua juga ribut.Kasus ini bukan merupakan kasus kekerasan di dunia pendidikan Indonesia. Cukup banyak korban kekerasan di dunia pendidikan. Kira kira mengapa masih terus saja terdengar rentetan kasus kekerasan di dunia pendidikan yang hampir serupa?
Analisisnya menurut saya,Secara Ilmu Psikologi Contoh kasus kekerasan pendidikan diatas tergolong kategori perilaku agresi. Bisa dikatakan Perilaku agresi, karena seseorang memberikan stimulus tidak menyenangkan yang merugikan orang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Baron & Byrne, 1994; Brehm & Kassin, 1993; Brigham, 1991 yang menyatakan bahwa agresi merupakan perilaku yang dimaksudkan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis.

            Jika kita pandang dari salah satu teori agresi yang dipelopori Dollard, Doob, Miller, Mowrer, dan Sears pada tahun 1939 (Brigham, 1991) yaitu Frustrasi-agresi atau hipotesis frustrasi-agresi (frustration-aggression hypothesis) perilaku yang dilakukan oleh guru Agama di Bandung Bisa timbul akibat sebuah masalah yang tidak teratasi dan memicu timbulnya frustasi yang pada akhirnya dapat memunculkan perilaku penyaluran agresivitas pada situasi yang kurang tepat.
           
Menurut teori psikoanalisa, struktur jiwa manusia dibagi menjadi tiga, yaitu superego, ego dan id. Superego bekerja berdasarkan prinsip ideal (yang seharusnya). Isi superego adalah segala perintah dan larangan yang dibatinkan (internalisasi) dari orang tua dan tokoh-tokoh yang berkuasa (juga ajaran agama) bagi si anak. Ego bekerja berdasarkan prinsip realita. Egolah yang terutama menggerakkan perilaku sadar individu. Sedangkan id bekerja berdasarkan prinsip kenikmatan/kesenangan. Pribadi yang sehat adalah pribadi yang memiliki ego yang kuat sehingga mampu mengontrol dorongan yang berasal dari id maupun superegonya.
Pada dasarnya perilaku manusia digerakkan oleh dua dorongan dasar, yaitu dorongan untuk hidup (eros) dan dorongan untuk mati (thanatos). Dorongan untuk hidup kemudian oleh Freud dispesifikkan pada dorongan seks (libido) sebagai intinya. Ini disebabkan karena Freud melihat berdasarkan pengalaman prakteknya, banyak pasien yang mengalami gangguan mental disebabkan mereka tidak mampu mengekspresikan dorongan seks mereka secara wajar. Libido ini yang mengisi energi pada id.

Pada bagian lain, energi superego berasal dari thanatos. Itulah sebabnya mengapa orang yang superegonya kuat dan mendominasi kepribadiannya, mudah diliputi kecemasan dan rasa bersalah yang pada akhirnya membuat individu diliputi perasaan putus asa dan depresi (bahkan keinginan untuk bunuh diri). Ini terjadi karena energi thanatos diarahkan kepada diri sendiri. Sedangkan bila energi thanatos diarahkan ke luar, ini akan muncul dalam bentuk perilaku agresi yang bersifat destruktif termasuk di dalamnya rupa-rupa tindak kekerasan.

 Daftar Pustaka











Minggu, 22 Maret 2015

Kesehatan Mental

A.    Sejarah Kesehatan Mental

Ø  Jaman Purba/Pra Sejarah
Penyakit mental di anggap dan diperlakukan seperti penyakit fisik yang dipengaruhi oleh roh jahat, guna-guna, kutukan Tuhan, dan sebagainya. Pasien yang menderita penyakit mental di intervensi melalui kekuatan supra natural. Pasien yang merugikan atau yang tidak dapat disembuhkan akan dibunuh atau dibiarkan meninggal.
Ø  •Tahap Demonologi (sebelum abad pertengahan)
Kesehatan mental dikaitkan dengan kekuatan gaib, kekuatan spiritual, setan dan makhluk halus, ilmu sihir, dan sejenisnya. Gangguan mental terjadi akibat kegiatan yang menentang kekuatan gaib tersebut. Sehingga bentuk penanganannya tidak ilmiah dan kurang manusiawi, seperti: upacara ritual, penyiksaan atau perlakuan tertentu terhadap penderita dengan maksud mengusir roh jahat dari dalam tubuh penderita.
Ø  Tahap Pengenalan Medis (4 abad SM-abad ke-6 M)
Mulai dari abad ke-4 Sebelum Masehi muncul tokoh-tokoh di bidang medis yang merupakan filsuf-filsuf Yunani. Yaitu Hipocrates, Hirophilus, Galenus, Vesalius, Paracelsus, dan Cornelius Agrippa. Mereka mulai menggunakan konsep biologis yang penanganannya lebih manusiawi. Mereka berpendapat bahwa gangguan mental disebabkan oleh gangguan biologis atau kondisi biologis seseorang, bukan akibat roh jahat. Tetapi pendapat ini ditentang keras dari aliran-aliran yang meyakini adanya roh jahat.
B.     Konsep Sehat
Pengertian sehat menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) adalah suatu kedaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Menurut Undang Undang Kesehatan N0. 23 tahun 1992 tentang kesehatan : Sehat atau kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup pro-duktif secara sosial dan ekonomis.
Ada 3 komponen penting dalam definisisehat yaitu
•sehat jasmani,
•sehat mental (pikiran, emosional dan spiritual)
•sehat sosial. Sehat sosial mencakup status sosial, kesejahteraan ekonomi dan saling toleransi dan menghargai.
Sehat dapat dikatakan sebagai suatu kondisi normal baik secara fisik , emosi, intelektual, spritual dan sosial. Dari pernyataan diatas sudah bisa didapat tentang dimensi sehat, yaitu :
1.Dimensi Emosi : Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan seperti marah, sedih atau senang dan tidak di tampilkan secara berlebihan.
2.Dimensi Intelektual :orang yang sehat secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan.
3.Dimensi Sosial : orang Sehat secara sosial yaitu mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya.mampu untuk bekerja sama.
4.Dimensi Fisik dan Mental : orang yang sehat bila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun.
5.Dimensi Spiritual : orang yang sehat secara spiritual adalah mereka yang memiliki suakondisi ketenangan jiwa dengan id mereka. Secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional.
C.     Perbedaan kesehatan mental konsep barat dan konsep timur
Ada perbedaan konsep kesehatan mental budaya barat dan timur Barat lebih memandang kesehatan bersifat dualistik yaitu mengibaratkan manusia sebagai mesin yang sangat dipengaruhi oleh dominasi medis. Sedangkan Timur lebih bersifat holistik, yaitu melihat sehat lebih secara menyeluruh saling berkaitan sehingga berpengaruh pada cara penanganan terhadap penyakit.
Model-model Kesehatan Barat dan Timur
Model-model kesehatan muncul karena banyaknya asumsi mengenai kesehatan, seperti halnya model kesehatan dari Barat dan juga Timur. Akan tetapi, dalam model-model itu terdapat variasi yang disebabkan karena adanya perbedaan budaya di antara model-model tersebut.
•Model Biomedis (Freund, 1991) memiliki 5 asumsi. Pertama, terdapat perbedaan yang nyata antara tubuh dan jiwa sehingga penyakit diyakini berada pada suatu bagian tubuh tertentu. Kedua, penyakit dapat direduksi pada gangguan fungsi tubuh, baik secara biokimia atau neurofisiologis. Ketiga, setiap penyakit disebabkan oleh suatu agen khusus yang berpotensi dapat diidentifikasi. Keempat, melihat tubuh sebagai suatu mesin. Kelima, konsep tubuh adalah objel yang perlu diatur dan dikontrol.
•Model Psikiatris, merupakan model yang berkaitan dengan model biomedis. Model ini masih mendasarkan diri pada pencarian bukti-bukti fisik dari suatu oenyakit dan penggunaan treatmen fisik obat-obatan atau pembedahan untuk mengoreksi abnormalitas.
•Model Psikosomatis (Tamm, 1993), merupakan model yang muncul karena adanya ketidakpuasan terhadap model biomedis. Model ini menyatakan bahwa tidak ada penyakit somatik yang tanpa disebabkan oleh antesenden emosional dan atau sosial. Sebaliknya tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai oleh simtom-simtom somatik.





DAFTAR PUSTAKA
Yustinus Semiun. OFM. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta : Kanisius 

Siswanto. S. Psi. Msi. 2007. Kesehatan Mental,Konsep,Cakupan dan Perkembangan. Yogyakarta : Andi.
Yusuf, Syamsu, Mental Hygiene Pengembangan Kesehatan Mental Dalam Kajian Psikologi Dan Agama, Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004.
Semiun, Y., (2006). Kesehatan mental 1. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.


Kamis, 08 Januari 2015

Publikasi Online

Publikasi
Secara terminologi, publikasi berarti penyiaran, pengumuman atau penerbitan,  Ton kertapati menjelaskan dalam bukunya dasar –dasar publisistik dalam perkembangannya di Indonesia menjadi ilmu komunikasi bahwa istilah publisistik berasal dari kata kerja bahasa latin publicare yang berarti mengumumkan. Dari pengertian di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa publikasi itu sendiri ialah suatu penyampaian dari suatu pesan atau informasi yang diterbitkan baik melalu media cetak atau elektronik, publikasi itu sendiri banyak manfaatnya bagi kita apalagi di dewasa ini dengan semakin majunya dunia teknologi dunia informasi pun bertumbuh dengan pesat misalnya media jejaring sosial yang lagi marak-maraknya digunakan sebagai media publikasi baik itu informasi formal, non formal atau untuk hanya sekedar memasarkan produk-produk.

Online
Pengertian dari online itu sendiri adalah terhubung, terkoneksi, aktif dan siap untuk operasi, dapat berkomunikasi dengan atau dikontrol oleh komputer. Online ini juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana sebuah device (komputer) terhubung dengan device lain, biasanya melalui modem. Dari pengertian di atas penulis menari kesimpulan bahwa online adalah keadaan dimana komputer terhubung dengan internet baik melalui modem, wi fi atau lan dan baik sedang digunakan atau tidak oleh pengguna komputer tersebut.

Publikasi Online
Jadi dari pengertian yang diatas publikasi online adalah suatu informasi atau pesan atau pengumuman dalam bentuk online atau diterbitkan atau di umumkan dalam dunia internet melalui media elektronik baik melalui komputer, laptop atau apa saja yang dapat terhubung dalam dunia online. Atau secara singkatnya publikasi online merupakan situs yang ditujukan untuk mempublikasikan dan media promosi produk secara online.

Mempublikasikan adalah membuat konten yang diperuntukkan bagi publik atau umum. Sementara penggunaan yang lebih spesifik dapat bervariasi dimasing-masing negara, biasanya diterapkan untuk teks, gambar, atau konten audio visual lainnya di media apapun, termasuk kertas (seperti surat kabar, majalah, katalog, dll) atau bentuk penerbitan elektronik seperti situs, buku elektronik, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti tindakan penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.

"Publikasi" adalah sebuah istilah teknis dalam konteks hukum dan utama dalam hukum hak cipta. Seorang penulis umumnya adalah pemilik awal dari suatu hak cipta bagi pekerjaannya. Suatu hak cipta diberikan bagi penulis atas karyanya, dimana hal itu merupakan hak ekslusif yang diberikan untuk mempublikasikan hasil karyanya.
Publikasi online sangat bermanfaat bagi setiap orang apalagi di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Banyak hal diumumkan melalui internet seperti berjualan, memberi info produk baru atau produk bekas yang masih ingin dijual. Bagi perusahaan yang memasarkan barangnya melalui publikasi online, tentu sangat mengirit biaya. Perusahaan hanya perlu menyiapkan design semenarik mungkin agar banyak orang yang tertarik untuk mencari tau keunggulan atau kelemahan dari produk tersebut. Publikasi online ini sangat berguna untuk memberi informasi kepada masyakarat yang ingin membeli produk, bahkan bisa dipesan secara online.

Fenomena-Fenomena Plagiat
Plagiat atau plagiarism internet adalah penciplakan atau penggunaan semua karya yang di dapati melalui halaman di internet, menjadikan ide orang lain sebagai hak sendiri tanpa sebarang kredit diberikan kepada penulis asal dan karya asal. Kata ‘plagiat’ itu sendiri berasal dari perkataan bahasa inggris yakni ‘plagiarism’yang terhasil dari pada perkataan latin, ‘plagiarius’, dan perkataan Greek ‘plagion’. Kata ‘plagion’ ini membawa maksud menculik atau mencuri sesuatu atau seseorang. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, plagiat adalah tidakan mengambil atau pemgambilan karangan orang lain dan disiarkan sebagai karangan sendiri. Di dunia sastra istilah plagiat sudah lama dikenal dan merupakan suatu pelanggaran.

Di dunia maya plagiat sudah sering terjadi, mengapa demikian?hal ini disebabkan karena di dunia maya adalah dunia yang bebas. Maksudnya orang bisa mengakses apa aja saja yang ada di dunia maya. Hal seperti ini banyak disebut juga copy paste dalam dunia maya. Tindakan meng copy-paste ini sudah menjadi hal yang biasa di dunia maya. Hal inilah yang membuat plagiat menjadi satu bagian dari cybercrime. Plagiat di Internet. Terlalu banyak aktivitas plagiat yang boleh dilakukan menerusi Internet. Antara aktivitas plagiat ini kebiasaanya melibatkan teks, perisian komputer, animasi – tidak kira dalam bentuk video, audio, grafik dan sebagainya. Terdapat juga aktivitas plagiat di mana teks daripada artikel, buku, blog, wikipedia dan jurnal ditiru. Beribu-ribu hasil carian seperti artikel, data dan gambar boleh didapati dengan hanya menaip kata kunci dan melakukan satu carian yang mudah. Hasil carian diperoleh dalam masa beberapa saat sahaja. Hasil carian kemudiannya boleh di salin tampel (copy-paste), di muat turun ke dalam komputer sendiri malahan ada yang sanggup bertindak lebih jauh lagi atau dengan membayar bagi mendapatkan salinan karya tersebut. Plagiat merupakan suatu tindakan yang melanggar hak cipta, seperti yang telah dipaparkan dalam undang-undang no 19 tahun 2002.

Sumber:


Tabel Kinerja

NO
NAMA
NPM
KINERJA
LINK
1
Dwi Prihatiningsih
12513690
mencari materi tentang pengertian publikasi
http://prihatiningsihdwi.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIV-Kelompok4-publikasi-online.html
2
Febriko
13513372
mencari materi tentang pengertian online
http://febriko7.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIV-Kelompok4-publikasi-online.html
3
Meilita Yuniar
15513415
mencari materi tentang pengertian publikasi online
http://meilitayuniar.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIV-Kelompok4-publikasi-online.html
4
Ribka Kaminlopa.R
17513584
mencari materi tentang fenomena-fenomena plagiat
http://ribkakamin.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIV-Kelompok4-publikasi-online.html
5
Sabet Mariani.S
18513172
mencari materi tentang arti kata mempublikasikan
http://elisabetmarianiss.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIV-Kelompok4-publikasi-online.html
6
Uzlah Aulia
19513073
Mencari manfaat publikasi online dan mengedit 
http://uzlahaulia.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIV-Kelompok4-publikasi-online.html

Rabu, 07 Januari 2015

Polarisasi Dalam Internet - Polarisasi Kelompok

Apakah itu polarisasi kelompok?
polarisasi adalah:
1 perbuatan atau proses penyinaran
2 magnetisasi                    
3 pembagian atas dua bagian (kelompok orang yang berkepentingan dan sebagainya) yang berlawanan

Polarisasi kelompok adalah gejala mengumpulnya pendapat kelompok pada satu pandangan tertentu. Polarisasi Kelompok adalah intensifikasi dari suatu pre-existing awal kelompok pilihan ( Baron et al. 1992 : 73). Efek polarisasi menyinggung pada rata-rata scoreindividu sebelum dan setelah diskusi kelompok. Anggota kelompok paling ekstrim, mungkin sekali , sudah menjadi lebih moderat setelah diskusi itu. Tetapi pada rata-rata pertimbangan atau pilihan sudah menjadi yang lebih ekstrim.
 *Penyebab:
– perbandingan sosial : menilai pendapat dan kemampuan seseorang dengan cara membandingkannya dengan pendapat dan kemampuan orang lain
– diskusi kelompok : memunculkan ide-ide yang sama
- tidak ada prasangka.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok yaitu anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan:
a.   melaksanakan tugas kelompok,
b.   memelihara moral anggota-anggotanya.

Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok-disebut prestasi (performance)
tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation). Jadi, bila kelompok dimaksudkan untuk saling berbagi informasi (misalnya kelompok belajar), maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana anggota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok.
*Faktor situasional karakteristik kelompok :
·         ukuran kelompok.
·         jaringan komunikasi.
·         kohesi kelompok.
·         kepemimpinan
·         Faktor personal karakteristik kelompok
*Kebutuhan interpersonal:
-      ingin masuk menjadi bagian kelompok (inclusion)
-      ingin mengendalikan orang lain dalam tatanan hierakis (control)
-      ingin memperoleh keakraban emosional dari anggota kelompok yang lain

polarisasi kelompok terdapat Gejala yang dimaksud adalah pengumpulan suara yang dipaksa karena situasi, contoh :Dalam suatu kelompok yang berjumlah 70 anggota diadakan musyawarah untuk memilih keputusan, ada lima orang tidak setuju dengan keputusan bersama, namuk karena 65 orang anggota setuju dengan keputusan tersebut, setelah didiskusikan kembali lima orang tersebut ikut setuju dalam mengambul keputusan yang telah disepakati.
Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok


Sumber:


Tabel Kinerja

NO
NAMA
NPM
KINERJA
LINK
1
Dwi Prihatiningsih
12513690
mencari materi tentang pengertian polarisasi kelompok
http://prihatiningsihdwi.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIII-Kelompok4-polarisasi-dalam-internet-polarisasi-kelompok.html
2
Febriko
13513372
mencari materi tentang penyebab polarisasi
http://febriko7.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIII-Kelompok4-polarisasi-dalam-internet-polarisasi-kelompok.html

3
Meilita Yuniar
15513415
mencari materi tentang faktor situasional
http://meilitayuniar.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIII-Kelompok4-Polarisasi-dalam-internet-polarisasi-kelompok.html

4
Ribka Kaminlopa.R
17513584
mencari materi tentang arti polarisasi
http://ribkakamin.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIII-Kelompok4-polarisasi-dalam-internet-polarisasi-kelompok.html

5
Sabet Mariani.S
18513172
mencari materi tentang tujuan dari faktor keefektifan
http://elisabetmarianiss.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIII-Kelompok4-polarisasi-dalam-internet-polarisasi-kelompok.html
6
Uzlah Aulia
19513073
Mencari contoh dari polarisasi serta mengedit
http://uzlahaulia.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIII-Kelompok4-Polarisasi-dalam-internet-polarisasi-kelompok.html